Oleh: ipfsentral | 21 Agustus 2009

Mengembangkan pola Idarah (Manajemen) masjid


Dengan metode Continuous Consolidation and Improvement for Mosque (CCIM)
Kalau masjid ingin bermanfaat bagi masyarakat, jadilah masjid yang melayani dan dimiliki ummat, demikian ungkap ustadz H.M. Jazir ASP, salah seorang penggiat da’wah masjid dan yang menjabat sebagai ketua takmir Masjid Jogokaryan, di bilangan Yogyakarta Selatan.

aku2

Belajar dari sebuah perusahaan Cina yang bergerak di bidang telekomunikasi dan teknologi informasi, Hua Wei (baca : Wa Wei). Awalnya, perusahaan ini bukanlah sebuah perusahaan yang diperhitungkan di percaturan bisnis telekomunikasi dan teknologi informasi di dunia. Bahkan untuk menyebut namanya saja, orang masih merasa kesulitan dan merasa asing. Namun para pemimpin di perusahaan ini mempunyai keinginan dan cita-cita tinggi. Mereka ingin mengalahkan beberapa perusahaan ternama yang saat ini sudah memimpin pasar dunia, Motorola, Siemens dan Nokia. Bersaing dari sisi permodalan bukan hal yang baik. Dari segi sumber daya manusia, Hua Wei juga belum mampu menandingi tiga perusahaan di atas. Namun, ada satu hal pokok yang akhirnya menjadi kunci kesuksesan Hua Wei. Para pemimpin perusahaan tersebut melakukan sebuah manuver bisnis yang luar biasa. Mereka menjual hampir 80 % sahamnya kepada para karyawan yang bekerja di Hua Wei. Dengan kata lain, karyawan juga berperan sebagai pemilik perusahaan itu sendiri.
Manuver ini bukannya tanpa hasil. Hua Wei berhasil meningkatkan motivasi kerja karyawannya. Semakin baik kinerja karyawan, perusahaan semakin diuntungkan. Akibatnya, karyawan juga akan mendapatkan tambahan penghasilan yang cukup lumayan. Prinsip ini tak jauh berbeda dengan prinsip gotong-royong, sisa hasil usaha (SHU) yang diterapkan Koperasi kita. Bedanya, skala penerapannya jauh lebih masif dan lebih besar dari Koperasi. Pada awal 2006, Hua Wei menempati posisi ke-5 di dunia, sebagai perusahaan telekomunikasi dan teknologi informasi yang layak untuk diperhitungkan lawan bisnisnya. Masjid pun demikian, terutama masjid yang berbasis kampung atau lingkungan. Sebuah masjid akan sangat bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya apabila masyarakat merasa memiliki keberadaan masjid tersebut. Tidak sedikit di Indonesia masjid yang dibangun mewah, namun tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di sekitarnya. Dengan mengajak masyarakat untuk merasa memiliki masjid, fungsi masjid kembali kepada asalnya, yakni pusat ibadah sekaligus pusat peradaban umat Islam sebab dari masjidlah seharusnya semua bermula.
Mengelola masjid pada zaman sekarang ini memerlukan ilmu dan ketrampilan manajemen. Pengurus masjid (takmir) harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Di bawah sistem pengelolaan masjid yang tradisioal, umat Islam akan sangat sulit berkembang. Bukannya tambah maju, mereka malahan akan tercecer dan makin jauh tertinggal oleh perputaran zaman. Masjid niscaya akan berada pada posisi yang stagnan, yang pada akhirnya bisa ditinggal oleh jamaahnya.
Manajemen terdapat dalam setiap kegiatan manusia, baik di rumah, di kantor, di pabrik, di sekolah, tidak terkecuali di masjid. Manajemen yang baik akan mengembalikan fungsi masjid sebagai mana mestinya. Adapun fugsi masjid diantaranya yaitu:
1. Sebagai tempat beribadah.
Sesuai dengan namanya Masjid adalah tempat sujud, maka fungsi utamanya adalah sebagai tempat ibadah shalat. Sebagaimana diketahui bahwa makna ibadah di dalam Islam adalah luas menyangkut segala aktivitas kehidupan yang ditujukan untuk memperoleh ridla Allah, maka fungsi Masjid disamping sebagai tempat shalat juga sebagai tempat beribadah secara luas sesuai dengan ajaran Islam.
2. Sebagai tempat menuntut ilmu
Masjid berfungsi sebagai tempat untuk belajar mengajar, khususnya ilmu agama yang merupakan fardlu ‘ain bagi umat Islam. Disamping itu juga ilmu-ilmu lain, baik ilmu alam, sosial, humaniora, keterampilan dan lain sebagainya dapat diajarkan di Masjid.
3. Sebagai tempat pembinaaan jamaah
Dengan adanya umat Islam di sekitarnya, Masjid berperan dalam mengkoordinir mereka guna menyatukan potensi dan kepemimpinan umat. Selanjutnya umat yang terkoordinir secara rapi dalam organisasi Ta’mir Masjid dibina keimanan, ketaqwaan, ukhuwah imaniyah dan da’wah islamiyahnya. Sehingga Masjid menjadi basis umat Islam yang kokoh.
4. Sebagai pusat da’wah dan kebudayaan islam
Masjid merupakan jantung kehidupan umat Islam yang selalu berdenyut untuk menyebarluaskan da’wah islamiyah dan budaya islami. Di Masjid pula direncanakan, diorganisasi, dikaji, dilaksanakan dan dikembangkan da’wah dan kebudayaan Islam yang menyahuti kebutuhan masyarakat. Karena itu Masjid, berperan sebagai sentra aktivitas da’wah dan kebudayaan.
5. Sebagai pusat kaderisasi umat
Sebagai tempat pembinaan jama’ah dan kepemimpinan umat, Masjid memerlukan aktivis yang berjuang menegakkan Islam secara istiqamah dan berkesinambungan. Patah tumbuh hilang berganti. Karena itu pembinaan kader perlu dipersiapkan dan dipusatkan di Masjid sejak mereka masih kecil sampai dewasa. Di antaranya dengan Taman Pendidikan Al Quraan (TPA), Remaja Masjid maupun Ta’mir Masjid beserta kegiatannya
6. Sebagai basis kebangkitan umat islam
Abad ke-lima belas Hijriyah ini telah dicanangkan umat Islam sebagai abad kebangkitan Islam. Umat Islam yang sekian lama tertidur dan tertinggal dalam percaturan peradaban dunia berusaha untuk bangkit dengan berlandaskan nilai-nilai agamanya. Islam dikaji dan ditelaah dari berbagai aspek, baik ideologi, hukum, ekonomi, politik, budaya, sosial dan lain sebagainya. Setelah itu dicoba untuk diaplikasikan dan dikembangkan dalam kehidupan riil umat. Menafasi kehidupan dunia ini dengan nilai-nilai Islam. Proses islamisasi dalam segala aspek kehidupan secara arif bijaksana digulirkan.
Salah satu metode yang dapat diterapkan untuk mengembangkan manejemen masjid yang baik adalah dengan metode CCIM, yaitu metode pemberdayaan Masjid dengan menata kembali organisasi Ta’mir Masjid melalui pemanfaatan segenap potensi yang dimiliki diikuti dengan perbaikan yang dilakukan secara terus menerus. Dalam metode ini kita dapat memanfaatkan metode-metode yang sudah dikenal dalam dunia management maupun mutu, seperti misalnya: Siklus PDCA, QC Tools, SAMIE, MMT, ISO 9000, Lima-R dan lain sebagainya.
Penguatan atau dalam istilah umum organisasi disebut konsolidasi (concolidation), adalah merupakan upaya menata sumber daya yang ada secara sistimatis dan terarah. Yang perlu dilakukan adalah meliputi:
a. Konsolidasi pemahaman Islam
b. Konsolidasi lembaga organisasi
c. Konsolidasi program
d. Konsolidasi jamaah
Perbaikan (improvement) diperlukan untuk

aku2

meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan kepada jama’ah. Beberapa cara yang cukup efektif dalam upaya perbaikan dapat diseleksi dan disesuaikan dengan kebutuhan, agar upaya perbaikan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan (continuous improvement). Sambil melakukan konsolidasi dan perbaikan, aktivitas memakmurkan Masjid dan jama’ahnya dilaksanakan sesuai dengan fungsi dan peran yang telah disebutkan di depan. Aktivitas disusun dengan melakukan perencanaan Program Kerja secara periodik dan diterjemahkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Pengelolaan (RKAP) setiap tahunnya.
Dengan system manajemen yang demikian harapannya, segenap ummat muslim dapat merengkuh kembali nafas kesejukan dalam masjid. Kesejukan iman dan bermunajat kepada-Nya.
Wallahualam.
Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah. (QS 72:18, Al Jin).

written by Indah W


Responses

  1. Hm..InsyaAlloh tulisanya udah bagus tata urutanya teratur…
    ada baiknya agar tidak hanya bagus tapi lebih indah lagi…perlu diberikan contoh riilnya kegiatan2 seperti apa yang perlu dikembangkan pada masjid2 era millenium ini…
    di tunggu tulisan2 selanjutnya…

  2. Miris kadang mendapati. Jika masjid-masjid megah yang dibangun dengan uang banyak itu tidak sebanding dengan jama’ah yang rutin sholat di dalamnya. Jika ini terus berlangsung mungkin masjid-masjid megah itu akan seperti cerita “Robohnya Surau Kami”

  3. di zaman rosul dan para sahabat yang menjadi pusat dari segala aktifitas adalah masjid…selain berfungsi sebagai tempat ibadah masjid juga dijadikan sebagai sarana pengkondisian umat…oleh karena itu memasuki mihwar dauly janganlah melupakan peran kita untuk memakmurkan masjid dengan pengelolaan yang profesional…

  4. afwan sekalian promosi: saya jual modem usb hua wei 7,8 mbps, harga 700rb…bisa nego berminat hub: +6285782119521(panji) …(stock terbatas)

    @ Panji Laras……..temanya ayam alas….
    ngiklan boleh tapi harus pajak lo..hwhehe
    Ayo..buruan beli sekalian ma penjualnya…lah kok..we…….

  5. Bagaimana yaw..mau aku beri masukan..tapi,
    Hm…udah lewat to batas masa kirimnya…..
    Yaw dah…sering2 ajah posting tulisanya…
    InsyaAlloh semakin lama semakin banyak kiriman
    mutunya akan semakin baik…..
    Okey…smgt!!! Nulis tiada henti walo apaun yang terjadi….

  6. @mas juli: yang koment tu panji nursetia (asisten antm) bukan panji laras T.T

  7. nice article…ngehit d google…segera dipasang adsense nih…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: